Skip to main content

KISAH QORUN

part 1

Bissmillah

1. Qorun, kezaliman dan melimpah ruah hartanya

Allah Ta'ala berfirman, "sesungguhnya Qorun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku zalim kepada mereka, dan kami telah menganugrahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, "Jangan engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri." (QS Al Qashash : 76)

Qorun adalah salah satu kaum Musa Alaihissalam, sementara hubungan kekerabatan antara dirinya dengan Musa Alaihissalam diperdebatkan. ada yang mengatakan Qorun adalah paman Nabi Musa Alaihissalam, yang lain mengatakan ia adalah anak pamanya dari pihak ayah, adapula yang mengatakan ia adalah anak pamannya dari pihak ibu. Terlepas dari perbedaan pendapat seputar hubungan kekerabatannya dengan Nabi Musa Alaihissalam, yang jelas semua sepakat bahwa ia adalah salah satu keturunan Bani Isroil. Ia adalah salah satu orang yang beriman kepada Nabi Musa Alaihissalam dan hafal Taurot. Di sisi Musa Alaihissalam, ia adalah salah seorang hamba mukmin, kemudia berubah sombong dan congkak, hingga ia menzalimi kaumnya dengan berbagai jenis kezalimannya, di antaranya adalah kekufuran terhadap Musa Alaihissalam, merendahkan juga menghinakan kaumnya, karena ia punya banyak harta dan anak keturunan, serta merendahkan mereka dengan kezaliman kepada mereka.

Allah Ta'ala menyatakan, "Kami menganugrahkan kepadanya perbendaharaan harta dengan kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat." Yakni, kami berikan kepadanya harta benda, "yang kunci-kuncinya" kata mafatihu adalah bentuk jamak dari kata miftah artinya kunci, "sungguh berat dipikul oleh sejumlah oleh orang yang kuat-kuat" yakni, kunci-kunci karena begitu berat sehingga bisa membuat sejumlah orang itu keberatan. Kata Ushbah adalah jama'ah (sekelompok) yang sebagian saling mendukung sebagian yang lain. Mengenai beberapa jumlah kelompok tersebut, di sini ada beberapa pendapat, ada yang mengatakan bahwa mereka itu dari tiga hingga sepuluh orang, ada pula yang mengatakan bahwa jumlah lebih banyak dari itu.


suber dari buku "Hikmah Kisah-Kisah Dalam Al Quran" yang di tulis oleh Dr. Abdul Karim Zaidan

Comments